IMPLEMENTASI MANAJEMEN KESISWAAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI MADRASAH TSANAWIYAH
Kata Kunci:
Kata Kunci: manajemen kesiswaan, pembentukan karakter, peserta didik, madrasah tsanawiyah.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen kesiswaan dalam pembentukan karakter peserta didik di Madrasah Tsanawiyah. Manajemen kesiswaan merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang berfungsi untuk mengatur, membina, serta mengembangkan potensi peserta didik agar mampu mencapai tujuan pendidikan secara optimal. Dalam konteks pendidikan Islam, pembentukan karakter menjadi bagian yang sangat penting karena tidak hanya berorientasi pada pengembangan aspek akademik, tetapi juga pada pembinaan moral, etika, kedisiplinan, tanggung jawab, religiusitas, serta sikap sosial peserta didik. Oleh karena itu, implementasi manajemen kesiswaan yang terencana dan sistematis diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan berkepribadian baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi manajemen kesiswaan dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik di lingkungan Madrasah Tsanawiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen kesiswaan dalam pembentukan karakter peserta didik dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan, seperti pembinaan kedisiplinan, kegiatan keagamaan, pengembangan organisasi peserta didik, pembiasaan budaya sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, serta pemberian penghargaan dan pembinaan terhadap perilaku peserta didik. Faktor pendukung implementasi manajemen kesiswaan meliputi komitmen kepala madrasah, peran aktif guru, dukungan orang tua, serta lingkungan sekolah yang kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana prasarana, perbedaan latar belakang peserta didik, serta pengaruh lingkungan sosial dan perkembangan teknologi. Implementasi manajemen kesiswaan yang dilakukan secara efektif terbukti mampu meningkatkan karakter religius, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta kepedulian sosial peserta didik. Dengan demikian, manajemen kesiswaan memiliki peran strategis dalam mendukung terciptanya pendidikan yang berkualitas dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik secara menyeluruh.
