STRATEGI KURIKULUM MERDEKA UNTUK MEMPERBAIKI AKHLAKUL KARIMAH PESERTA DIDIK DI ERA DISRUPSI DIGITAL
Keywords:
Kurikulum Merdeka, Restorasi Akhlak, Disrupsi DigitalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi implementasi Kurikulum Merdeka dalam merestorasi akhlakul karimah peserta didik di tengah tantangan era disrupsi digital. Fenomena digitalisasi tidak hanya mengubah cara belajar, tetapi juga memicu kerentanan moral baru di kalangan remaja, seperti kecanduan gawai, cyberbullying, dan paparan konten radikal atau pornografi. Kondisi tersebut memerlukan pendekatan kurikulum yang fleksibel dan berpusat pada penguatan karakter. Metode penelitian yang digunakan adalah [kualitatif deskriptif/studi kasus] dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan ruang strategis dalam pemulihan akhlak melalui dua jalur utama: intra-kurikuler melalui diferensiasi pembelajaran PAI yang kontekstual-digital, dan ko-kurikuler melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang diintegrasikan dengan dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan, dan berakhlak mulia. Faktor pendukung utama meliputi fleksibilitas pengembangan modul ajar dan pemanfaatan media digital interaktif. Sementara itu, faktor penghambatnya adalah kesiapan pedagogis guru dalam mengintegrasikan teknologi secara bijak serta minimnya pengawasan orang tua di rumah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka sangat efektif sebagai instrumen restorasi akhlak jika didukung oleh literasi digital berbasis nilai-nilai Islam dan komitmen kolektif ekosistem sekolah
