MENANAMKAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA SEJAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS BUDAYA LOKAL
Keywords:
Internalisasi, Moderasi Beragama, Anak Usia Dini, Budaya LokalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi internalisasi nilai-nilai moderasi beragama pada anak usia dini melalui pendekatan pembelajaran berbasis budaya lokal. Pada usia emas (golden age), penanaman karakter toleransi, menghargai perbedaan, dan cinta tanah air sangat krusial untuk membentengi generasi muda dari paham radikalisme dan intoleransi sejak dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan dan studi kasus di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki instrumen nilai yang kaya dan sejalan dengan prinsip moderasi beragama, seperti tawazzun (berimbang), tasamuh (toleran), dan i'tidal (keadilan). Integrasi nilai-nilai ini dilakukan melalui metode bermain, bercerita menggunakan dongeng daerah, pengenalan permainan tradisional, serta pelibatan lagu-lagu daerah yang sarat akan pesan moral kebersamaan. Pembelajaran berbasis budaya lokal terbukti efektif membuat konsep moderasi yang abstrak menjadi lebih konkret, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh anak usia dini. Lembaga PAUD yang menerapkan model ini berhasil menciptakan lingkungan inklusif di mana anak-anak dapat berinteraksi secara harmonis tanpa memandang perbedaan latar belakang agama. Kesimpulannya, sinergi antara nilai agama dan kearifan lokal dalam kurikulum PAUD tidak hanya memperkokoh fondasi spiritual anak, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan semangat kebangsaan mereka.
