MENEMUKAN TUHAN DI SEKOLAH: PENGALAMAN HIDUP (LIVED EXPERIENCE) SISWA PIAUD DALAM MENGIKUTI PROGRAM PEMBIASAAN IBADAH
Keywords:
Lived experience, pembiasaan ibadah, pendidikan anak usia dini, makna Tuhan, fenomenologiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lived experience (pengalaman hidup) siswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dalam mengikuti program pembiasaan ibadah serta bagaimana mereka mengonstruksi makna kehadiran Tuhan melalui rutinitas tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan fenomenologi Moustakas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan ibadah berfungsi sebagai ruang perjumpaan batin yang bermakna ketika difasilitasi dengan pendekatan kasih sayang. Siswa memaknai Tuhan melalui perspektif antropomorfik sebagai sosok pelindung dan pemberi rasa aman, yang terinternalisasi melalui pengalaman emosional positif dalam aktivitas rutin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas pendidikan agama di tingkat PIAUD sangat bergantung pada pergeseran orientasi dari ritualistik-mekanistik menuju pembelajaran berbasis pengalaman (experience-based learning) yang menghargai perspektif subjektif anak.
