MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS TEKNOLOGI DI SEKOLAH MENGENGAH PERTAMA
Kata Kunci:
Kata Kunci: Manajemen Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam, Teknologi Pendidikan, Pembelajaran Digital, Sekolah Menengah Pertama.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis teknologi di Sekolah Menengah Pertama serta mengetahui proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital dalam meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era digital menuntut lembaga pendidikan untuk mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran, termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Penggunaan media digital seperti aplikasi pembelajaran, video edukasi, presentasi interaktif, platform e-learning, dan media sosial pendidikan menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, inovatif, dan menarik bagi peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, serta peserta didik di Sekolah Menengah Pertama. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis teknologi telah dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap perencanaan, guru menyusun perangkat pembelajaran berbasis digital seperti RPP, media pembelajaran interaktif, dan bahan ajar elektronik yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Pada tahap pelaksanaan, guru memanfaatkan berbagai media teknologi seperti LCD proyektor, video pembelajaran, aplikasi pembelajaran daring, dan platform digital untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi belajar siswa. Sementara pada tahap evaluasi, guru menggunakan sistem evaluasi berbasis teknologi melalui kuis online, tugas digital, dan aplikasi penilaian untuk mengukur hasil belajar peserta didik secara lebih efektif dan efisien. Faktor pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis teknologi meliputi tersedianya sarana dan prasarana, kompetensi guru dalam penggunaan teknologi, serta dukungan pihak sekolah. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan jaringan internet, kurangnya fasilitas teknologi bagi sebagian peserta didik, dan rendahnya kemampuan digital beberapa guru dan siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis teknologi mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran, kreativitas guru, serta minat belajar peserta didik di Sekolah Menengah Pertama.
