MENGHADAPI CYBERBULLYING: STUDI FENOMENOLOGI RESILIENSI RELIGIUS KORBAN PERUNDUNGAN DIGITAL BERDASARKAN PERSPEKTIF PIAUD
Kata Kunci:
Cyberbullying, Fenomenologi, Resiliensi Religius, PIAUD, Kesehatan MentalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam esensi pengalaman fenomenologis korban cyberbullying serta peran resiliensi religius dalam membantu proses pemulihan mereka berdasarkan perspektif Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan yang terpilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman cyberbullying menciptakan disorientasi diri dan krisis eksistensial pada korban. Namun, resiliensi religius yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam—seperti sabar, qana’ah, dan tawakkal—berfungsi sebagai mekanisme coping yang efektif dalam melakukan rekontekstualisasi trauma menjadi bentuk pendewasaan diri. Temuan ini menegaskan bahwa penanaman nilai religius sejak dini merupakan fondasi esensial dalam membangun ketahanan psikospiritual anak menghadapi tantangan ruang digital. Penelitian ini merekomendasikan integrasi nilai-nilai religius dalam kurikulum pendidikan sebagai strategi preventif dan kuratif terhadap dampak perundungan digital.
