Pendidikan Ipa Berbasis Ekoteologi Dalam Merespons Krisis Sampah Dan Kerusakan Lingkungan
DOI:
https://doi.org/10.57146/jins.v1i1.5939Abstrak
Krisis lingkungan, khususnya persoalan penumpukan sampah dan kerusakan ekosistem, menuntut pendekatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi akademik, melainkan juga pembentukan kesadaran etis serta tanggung jawab ekologis. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berbasis ekoteologi Islam guna merespons krisis lingkungan secara integratif. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur integratif, penelitian ini menganalisis publikasi ilmiah bereputasi rentang tahun 2021–2025 melalui teknik dokumentasi, analisis isi, serta sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan IPA menyediakan landasan ilmiah untuk menganalisis fenomena pencemaran dan keterkaitan sistem ekologis. Sementara itu, prinsip ekoteologi Islam—yang mencakup nilai khalifah (penjaga alam), amanah (tanggung jawab moral), dan mizan (keseimbangan ekosistem)—memberikan dimensi refleksi etis dalam pengambilan keputusan. Sintesis literatur melahirkan kerangka konseptual lima tahapan pembelajaran kontekstual yang meliputi identifikasi masalah lingkungan, investigasi ilmiah, refleksi ekoteologis, perumusan solusi, hingga aksi dan refleksi ekologis. Pendekatan integratif ini berpotensi memperkuat literasi sains, penalaran ekologis, kesadaran moral, dan pembiasaan perilaku peduli lingkungan pada peserta didik secara berkelanjutan. Meskipun menawarkan pemikiran teoretis yang strategis, kerangka konseptual ini memiliki keterbatasan metodologis karena belum diuji secara langsung di lapangan. Oleh karena itu, penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran operasional serta menguji efektivitas empirisnya dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan aksi lingkungan peserta didik di sekolah.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Anita Anita, Fitriani Fitriani,

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



